Kekurangan 100.000 Pekerja, Industri Kelapa Sawit Malaysia Minta Buka Perbatasan dengan Indonesia

Jeanny Aipassa
Seorang pekerja di antara hasil panen perkebunan kelapa sawit Malaysia. (Foto: Reuters)

Saat ini, beberapa pekerja sudah mulai masuk, namun belum mencukupi kebutuhan pekerja di perkebunan kelapa sawit, apalagi du musim panen. "Kami sudah berada dalam situasi yang mengerikan, karena kekurangan lebih dari 100.000 pekerja saat ini. Saya rasa pada Juli kita bisa melihat sejumlah besar (pekerja) masuk," kata Nageeb.

MPO memperkirakan sekitar 52.000 pekerja migran akan tiba pada akhir tahun ini, tetapi hal itu dianggap terlalu terlambat bagi musim panen dan produksi minyak sawit di negara yang menjadi produsen CPO terbesar kedua di dunia itu.

Terlepas dari masuknya pekerja, Nageeb mempertahankan perkiraan produksi 2022 di bawah 19 juta ton, dibandingkan dengan 18,1 juta ton tahun lalu, karena kerugian parah yang telah terjadi sepanjang tahun ini.

Industri masih akan melihat kehilangan produksi tahunan sekitar 3 juta ton, atau 10 persen. Jika didasarkan pad patokan harga CPO, Senin (30/5/2022), itu berarti Malaysia mengalami kerugian hampir 19 miliar ringgit (4,35 miliar dolar AS).

"Produksi semester I lebih rendah dari semester I tahun lalu karena masalah yang diperparah dengan pekerja. Interval panen di beberapa perkebunan telah diperpanjang hingga 50 hari dibandingkan dengan norma 14 hari sebelumnya," ungkap Nageeb.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

BPS: Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,35 Juta Orang per November 2025

Nasional
5 hari lalu

Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja

Bisnis
25 hari lalu

Danantara Siapkan Beberapa Opsi Pembentukan BUMN Tekstil, Buka Peluang Kerja Sama

Nasional
26 hari lalu

Realisasi Investasi RI 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal