Kasus Varian Delta Meningkat, AS Pertahankan Pembatasan Perjalanan terhadap Inggris, UE, India hingga China

Jeanny Aipassa
Amerika Serikat masih melarang perjalanan dari 39 negara. (Foto: Ant)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) berencana mempertahankan pembatasan perjalan terhadap sejumlah negara, mulai dari Inggris Raya, Uni Eropa (UE), India, Afrika Selatan, Iran, hingga China, seiring munculnya kasus Covid-19 varian delta

Gedung Putih menyatakan keputusan itu berarti AS menolak masuknya orang-orang dari wilayah Inggris Raya, UE, India, Afrika Selatan, Iran dan China, seperti yang sudah diberlakukan sejak Januari 2021. 

"Mengingat di mana kita berada hari ini, dengan munculnya varian delta dan kasusnya terus menningkat, kami akan mempertahankan pembatasan perjalanan yang ada pada saat ini karena beberapa alasan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, pada konferensi pers Senin (26/7/2021). 

Menurut dia, alasan pemerintah antara lain didasarkan pada kemunculan varian delta yang lebih menular dan telah menyebar dengan cepat di AS, bahkan di seluruh dunia. 

"Didorong oleh varian delta, kasus Covid-19 telah meningkat di sini, terutama di antara mereka yang tidak divaksinasi dan tampaknya akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan,” ujar Jen Psaki.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Health
12 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Nasional
12 hari lalu

Covid-19 Varian Cicada Diprediksi Sudah Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog

Health
12 hari lalu

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Health
12 hari lalu

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal