Jumlah Bandara Internasional di RI Dipangkas Jadi 15, Erick Thohir Ungkap Alasannya

Suparjo Ramalan
Pemerintah bakal mengurangi jumlah bandara internasional menjadi hanya 14-15 saja. Bandara yang tidak termasuk diizinkan melayani jemaah haji dan umrah. (Foto: Antara)

Sebaliknya, pemerintah justru berupaya meningkatkan kedatangan warga negara asing ke Indonesia dengan tujuan wisata. 

"Tapi yang kita tidak mau kan membuka airport sebesar-besarnya, lebih banyak orang Indonesia yang ke luar negeri, daripada yang di dalam negeri," ucapnya.

Meski hanya 15 bandara yang dijadikan sebagai pintu masuk antar negara, pemerintah tetap melakukan konektivitas dengan penerbangan domestik di berbagai daerah di Indonesia. 

"Ini lah kenapa airport yang 15 ini menjadi titik masuk, tetapi isinya kan bukan disitu antara connectingdomesticflight harus bisa diperbaiki," tuturnya.

Konektivitas tersebut lantaran jumlah wisatawan lokal mencapai 70 persen dari total wisatawan nasional. Sementara 30 persen lainnya berasal dari wisatawan mancanegara (wisman).

"Kalau kita lihat pariwisata itu 70 persen lokal 30 persen asing. Kenapa Pak Sandi juga sekarang mendorong percepatan pariwisata bisa mulai recover," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenpar Ungkap Vila dengan NIB Meningkat 76,4%, Sinyal Positif Pariwisata RI!

57 tahun lalu

Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Gubernur Lemhannas Minta Jaga Tren Positif

57 tahun lalu

Gubernur BI Yakin Indonesia Bisa Lolos dari Ancaman Krisis Moneter

57 tahun lalu

Dorong Ekonomi Nasional, BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal