"Kalau beli perhiasan, itu kan ada ongkos buatnya. Kalau di pasar tradisional itu ongkosnya lebih murah. Cuma Rp5.000-Rp15.000 per gramnya. Kenapa murah? Karena sewa tempatnya tidak semahal di Mal, dan honor karyawannya relatif lebih murah," kata dia.
"Kenapa ongkos buat perlu diperhatikan? Karena jika kita jual perhiasan itu, nanti ongkos buatnya akan hilang semua. Misalnya, beli emas ongkosnya Rp100.000 per gram. Kita beli 5 gram, berarti ongkosnya Rp500.000, itu akan hilang, rugi kalau untuk investasi," sambungnya.
Oleh karena itu, dia menyarankan bagi anak muda yang ingin investasi emas untuk membeli di toko emas pasar tradisional. Meskipun dari segi kualitas lebih unggul yang dijual di Mal, namun emas di pasar tradisional bisa dicuci rutin untuk mendapatkan hasil perhiasan yang mengkilat lagi seperti baru.
"Kualitas emasnya ataupun modelnya memang tak sebanding dengan yang di mal-mal. Tapi emas kan bisa dicuci rutin, biaya juga murah sekitar Rp50.000, bisa mengkilat lagi. Yang penting saat dijual lagi nanti nggak rugi. Kuncinya di situ kalau berinvestasi," ucapnya.