Duta Besar RI untuk Zimbabwe, Dewa Made J Sastrawan mendukung kerja sama Bio Farma dengan negara tersebut. Pihaknya mendukung Zimbabwe menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Indonesia.
“Saya mencari perusahaan seperti Bio Farma untuk dapat menjalin kolaborasi dengan Zimbabwe, " ujarnya.
Selain berkunjung ke fasilitas produksi Bio Farma di Pasteur Bandung, delegasi Zimbabwe juga berkunjung ke fasilitas manufaktur Kimia Farma di Banjaran, Bandung.
Kunjungan diterima Wakil Direktur Utama Bio Farma Soleh Ayubi, Direktur Penelitain & Pengambangan Bisnis Bio Farma Yuliana Indriati beserta tim ekspert Bio Farma. Soleh menuturkan, pihaknya memiliki berbagai produk mulai dari vaksin, vitamin, medis, obat-obatan, alat kesehatan, dan layanan Kesehatan lainnya.
“Bio Farma telah mengekspor produk vaksinnya ke lebih dari 150 negara. Dalam hal pelayanan kesehatan, Bio Farma telah melayani 42 juta jiwa setiap tahunnya, angka yang tidak sedikit. Apa yang telah dilakukan oleh Bio Farma Gruop sekarang adalah mengintegrasikan portofolio bisnis, untuk memperkuat kolaborasi secara global,” ucapnya.
Menurut dia, Bio Farma merupakan perusahaan yang sangat memiliki concern dalam strategi kolaborasi. Pihaknya membuka lebar pintu untuk perusahaan institusi penelitian atau pemerintah, agar mempererat dan memperkuat kolaborasi dari komersial dan penelitian atau apapun yang kami eksplorasi lebih lanjut.