Investor Nilai Skema FCA pada Saham Besar Picu Aksi Jual Big Cap Lain

Dinar Fitra Maghiszha
ilustrasi saham (freepik)

JAKARTA, iNews.id - Perdagangan saham dengan skema full periodic call auction (FCA) dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK) menimbulkan pro dan kontra di kalangan investor. Bahkan, sejak sejumlah saham-saham berkapitalisasi besar menjadi konstituen papan ‘Special Monitoring’ bursa, pasar dinilai cenderung mengalami fluktuasi (volatility).

Alhasil, hal itu memicu aksi jual investor -khususnya asing- terhadap saham-saham big cap lainnya.

“Dengan masuknya saham big cap dalam skema FCA, maka otomatis secara live trading atau saat market buka, itu mempengaruhi volatilitas pasar,” ucap Professional Trader & Pengamat Pasar Modal, Michael Yeoh, dalam Special Dialogue iNews Malam, Rabu (12/6).

Selama ini sejumlah investor terutama asing, kata Michael, menggunakan metode quantitative trading dengan melibatkan penggunaan algoritma dalam mengeksekusi order beli/jual, terhadap saham-saham yang berpotensi memberikan keuntungan.

Michael menyebut dengan adanya FCA maka algorima quant trading menjadi kacau.  “Algoritma quant trading ini menjadi tidak normal lagi, dan ini mengakibatkan volatilitas yang berlebih,” tutur dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Keuangan
2 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Anjlok 2,51 Persen, 486 Saham Melemah

Keuangan
3 hari lalu

Saksikan IG Live MNC Sekuritas Sore Ini: Strategi Investasi di Tengah Dinamika IHSG

Bisnis
3 hari lalu

BEI Perketat Syarat Perusahaan IPO di Bursa, Cegah Kemunculan Saham Gorengan

Keuangan
3 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Naik Tipis ke 8.146, MBTO-NASI Pimpin Top Gainers

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal