"Selain itu juga menghitung berapa dana pendidikan yang harus disiapkan sejak saat ini dan memilih instrumen keuangan yang tepat untuk berinvestasi," ujar dia.
Kemudian, orang tua juga perlu menyesuaikan instrumen investasi dengan jangka waktu yang dibutuhkan. Misalnya jenjang playgroup 2 tahun lagi simpan di tabungan pendidikan, jenjang SD, 5 tahun lagi simpan di reksa dana campuran, dan jenjang universitas, 17 tahun lagi simpan di reksa dana saham atau saham langsung.
"Untuk biaya yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan budget orang tua. Investasi minimal 5 persen per bulan dari penghasilan di instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu dibutuhkannya. Sedangkan SPP dan biaya penunjang pendidikannya maksimal 10 persen per bulan dari penghasilan,"kata Prita.
Salah satu orang tua yang telah menyiapkan dana pendidikan untuk anak adalah Mia Umi Kartika. Menurut wanita yang akrab disapa Tika itu, ia sudah menyiapkan biaya pendidikan anak saat awal menikah.
"Sedikit demi sedikit. Namun karena kebutuhan rumah tangga, terkadang dana pendidikan yang sudah diambil jadi untuk beli mobil, beli rumah. Sekitar setahun belakangan saya ikut tabungan rencana pendidikan untuk kedua anak saya," ujar Tika.