Dalam perjalanan bisnis tersebut, perusahaan pengembangan klinik fertilitas sudah membantu lebih dari 150.000 pasangan suami istri. Bahkan, hampir 10.000 kelahiran dari hasil program IVF.
"Karena itu, kita berharap dengan teknologi yang semakin maju ini klinik IVF dengan pengalaman lebih dari 25 tahun ini sudah mempunyai suatu standar operasional prosedur yang sama di seluruh Indonesia," ucap dia.
Di sisi teknologi, Morula memiliki teknologi terbaru yang dinamai Pre Implementation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) dan Pre Implementation Genetic for Monogenic disorder (PGT-M).
Kedua alat itu bertujuan mendeteksi masalah kromosom pada embrio dan mencegah terjadinya keguguran pada pasien ibu dan calon bayi tabung. Arie memastikan teknologi tersebut sangat baik di bidang IVF.
"Selain itu teknologi update terkini adalah kita sudah bisa melakukan pemeriksaan genetik kromosom pada embrio, yaitu dengan PGT-A, PGT-M, bahkan dengan PGT-SR," ungkap dia.