Indonesia Berpotensi jadi Pusat Energi Bersih Dunia, Program Dekarbonisasi Pertamina Kian Agresif

Suparjo Ramalan
Pertamina gencar jalanakan program dekarbonisasi, ini gerakannya (IG Pertamina)

Masifkan Program Energi Hijau

Pertamina memang agresif menjalankan program energi hijau. Tak tanggung-tanggung, perusahaan mengalokasikan 14,5 persen dari total capital expenditure (capex) atau modal kerja untuk investasi di sektor green business alis bisnis energi hijau. Nicke menyebut jumlah anggarannya sangat tinggi dibandingkan nilai investasi yang digelontorkan perusahaan energi lainnya.
Di mana, nominal dana yang dipakai perusahaan lain hanya satu digit saja. Strategi investasi Pertamina di green business sudah diatur dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Upaya tersebut guna mendorong capaian NZE pada 2060 atau lebih, termasuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi rendah karbon. 

"Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang kita kerjakan, di mana di tahun 2024, kita sekarang sudah mulai menyusun target 2024 dan alokasi anggarannya kita sudah melakukan taksonomi dengan melakukan sustainability budget tagging (SBT), jadi ada budget-budget yang kita tagging khusus untuk program net zero emission ini," ungkapnya.

Dia merinci sejumlah strategi untuk mencapai NZE diantaranya, menggunakan teknologi Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS), efisiensi kilang dan blok migas, menjalankan program Langit Biru dengan menyediakan produk BBM yang ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN). 

Di level implementasi, berbarengan dengan pemanfaatan biodiesel yang terus ditingkatkan, BUMN migas pelat merah juga masif memanfaatkan bioetanol, green hydrogen, hingga geothermal atau panas bumi. Sebagai contoh, pada Juli 2023 PT Pertamina Patra Niaga memperkenalkan BBM Pertamax Green 95, bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan dari campuran gasoline (bensin) dan bioetanol 5 persen (E5).  

"Setelah biodiesel, B35 berhasil kita akan masuk ke gasolin karena gasoline ini juga impor, sedangkan kita juga memiliki sumber daya untuk bioetanol yang cukup besar, baik itu tebu, kasyafah, jagung, dan juga sorgung. Selain itu juga, dari setiap BBB ini bisa kita proses menjadi energi," papar dia. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertamina Mandalika International Circuit, Sarana Baru Dukung Pembalap Muda Indonesia

57 tahun lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 22 Juni 2026, Lengkap di Seluruh Indonesia

57 tahun lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 21 Juni 2026, Lengkap Pertalite hingga Pertamax

57 tahun lalu

Pertamina Berkah Tebar Kebahagiaan untuk 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa Seluruh Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal