IHSG Mei 2023 Terkoreksi 4 Persen, Terburuk Sejak Awal Tahun

Dinar Fitra Maghiszha
IHSG sepanjang Mei 2023 mengalami penurunan lebih dari 4 persen. (Foto: dok iNews)

Namun demikian, range sideways IHSG pada Mei masih cukup lebar menyamai level periode Januari 2023. Ini memberi indikasi adanya volatilitas yang tinggi.

Penurunan kinerja ini membuat pergerakan IHSG secara year-to-date (ytd) atau sepanjang tahun berjalan per 31 Mei 2023 melemah 3,17 persen dengan range di 6.971-6.542.

Sejumlah sentimen tampak mewarnai jejak langkah IHSG selama periode lalu. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75 persen pada Mei 2023, alias level yang sama sejak Januari 2023.

BI juga tidak mengubah suku bunga deposit facility rate sebesar 5 persen, sekaligus mempertahankan suku bunga lending facility sebesar 6,5 persen.

Keputusan ini, sejalan dengan tingkat inflasi periode April 2023 yang turun menjadi 4,33 persen yoy, dibandingkan Maret 2023 sebesar 4,97 persen yoy. Pada Senin depan (5/6), investor akan melihat kondisi inflasi terbaru.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat 2 Persen, Kembali ke Level 6.000

57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

57 tahun lalu

SBY Soroti Penguatan Rupiah dan IHSG: Semoga Ini Awal Pertanda Baik

57 tahun lalu

Purbaya soal Kenaikan Harga Pertamax jadi Rp16.250: Dampak ke Inflasi Relatif Minim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal