Sefcovic mengungkap, nilai investasi Uni Eropa di Indonesia telah menembus angka 25 miliar euro hingga akhir 2023. Dia menilai, hal ini sebagai bukti nyata kepercayaan investor Eropa terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Indonesia.
"Perjanjian ini akan mendorong arus investasi yang lebih besar lagi, memperkuat rantai nilai kami, dan menciptakan peluang baru untuk inovasi dan pertumbuhan," tuturnya.
Dia menyebut, IEU-CEPA juga memasukkan bab khusus mengenai perdagangan digital. Dia menuturkan, perjanjian ini sebagai salah satu yang paling modern, karena memfasilitasi perdagangan digital lintas batas dan mendukung transformasi digital yang sedang berlangsung di kedua kawasan.
"Perlu digarisbawahi bahwa perjanjian ini juga dilengkapi dengan paket fasilitasi perdagangan digital yang komprehensif. Dan yang terpenting, perjanjian ini mendukung diversifikasi rantai pasokan, terutama untuk bahan baku penting, yang vital saat ini dan penting untuk masa depan," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, dengan disepakatinya perjanjian IEU-CEPA menandai tonggak penting bagi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Uni Eropa.