HSBC Berkomitmen Danai Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Ade Miranti Karunia Sari
Country Head of Global Banking PT Bank HSBC Indonesia, Haryanto Suganda, sebelum memulai teleconference terkait dana infrastruktur di HSBC World Trade Center 1 (WTC), Jakarta (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id - Bank HSBC sejak era kepresidenan Joko Widodo, mulai ikut andil dalam memberikan pinjaman kepada pemerintah. Termasuk sektor infrastruktur yang selama ini belum pernah dilakukan oleh bank berbasis di Hongkong.

Sudah ada beberapa dana pinjaman yang dikucurkan HSBC untuk pembangunan infrastruktur. "Dulu kami membantu dalam project Jawa 7 bekerja sama dengan PLN. Kemudian, Komodo Bond, dari kami (HSBC) membantu sebesar 250 juta dolar AS," ujar Country Head of Global Banking PT Bank HSBC Indonesia, Haryanto Suganda, di HSBC Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Sebagai gambaran, kredit yang disalurkan perbankan pada akhir Agustus 2017 tercatat sebesar Rp4.514,5 triliun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 8,4% pada Agustus 2017. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 7,9%pada Juli 2017.

HSBC sendiri, lanjut Haryanto, baru menyalurkan kurang dari 50% dana untuk peminjaman infrastruktur. "Enggak sampai 50 persen kita salurkan (infrastruktur), kita masih bermain di sektor ritel dan trade," katanya.

Berbicara mengenai target, justru HSBC tidak mematok. "Spesifik target tidak ada. Tapi, kalau ada peluang market pasti akan kita support dengan pemerintah," ucapnya.

Sementara, dana investasi yang disalurkan oleh HSBC, bersumber dari investasi utama yang berkembang dari Belt and Road Initiative (BRI) Tiongkok. BRI merupakan usaha ekonomi, diplomatik, geopolitik multifaset yang telah berubah melalui berbagai iterasi, dari ‘Jalur Sutra Modern’ menjadi ‘One Belt One Road’.

"Dengan bantuan BRI, pemerintah Tiongkok berfokus pada pendekatan komersial yang mencari kerja sama berkelanjutan dan win-win dengan pemerintah, termasuk Indonesia," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kubu Roy Suryo Klaim Kasus Ijazah Jokowi Sudah Gugur, Sebut Tak Layak Disidangkan

57 tahun lalu

AHY Buka Peluang Kolaborasi Internasional, Bangun Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa

57 tahun lalu

Jokowi Sebut Nadiem Makarim Sosok yang Baik

57 tahun lalu

Kasusnya Segera Disidang, Roy Suryo: Polda Metro Kayaknya Didorong Termul yang Ngamuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal