Dia menambahkan, ketahanan energi sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global sekaligus memastikan keberlanjutan energi bagi generasi mendatang.
“Pertamina terus memperkuat tata kelola risiko di seluruh lini bisnis, penguatan aspek HSSE, transformasi digital, serta pengembangan energi rendah karbon guna menghadapi tantangan energi masa depan,” katanya.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa Harkitnas menjadi momentum penting bagi seluruh perwira Pertamina untuk terus membangkitkan semangat nasionalisme dan memperkuat kontribusi dalam menjaga ketahanan energi bangsa.
“Semangat inilah yang harus terus dipupuk di lingkungan Pertamina. Mari bangkitkan semangat nasionalisme, selain itu Pertamina terus mengembangkan kemampuan untuk menjaga amanah mendukung ketahanan energi nasional,” ucapnya.
Menurut Baron, semangat kebangkitan nasional juga perlu diwujudkan masyarakat melalui dukungan terhadap kemandirian energi nasional, salah satunya dengan menggunakan energi secara bijak.
“Banyak langkah yang bisa kita lakukan, di antaranya bijak dalam menggunakan energi. Kalau ini dilakukan secara bersama-sama, maka dampaknya pasti akan terasa besar. Ini juga adalah bagian dari kebangkitan nasional,” tuturnya.
Pertamina, sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.