Harga Minyak Mentah Naik Tipis Didorong Data Ekonomi AS

Aditya Pratama
Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan hari Kamis setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menguat dapat memicu permintaan yang lebih tinggi. (Foto: Reuters)

Sementara itu, impor minyak dan operasi kilang di China pada tahun ini cenderung lebih rendah daripada tahun 2023 karena permintaan bahan bakar yang melemah di tengah pertumbuhan ekonomi yang lamban.

"Meskipun data ekonomi China tetap mengecewakan, kami mulai melihat penarikan persediaan minyak yang lebih besar, yang menunjukkan pertumbuhan pasokan tertinggal dari pertumbuhan permintaan," ucap analis UBS Giovanni Staunovo.

Sebelumnya, bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga dalam upaya untuk menopang ekonominya yang melemah. 

Di tempat lain, upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata guna mengakhiri perang di Gaza antara Israel dan kelompok militan Hamas telah mendapat momentum sejak sebulan lalu. Sebuah terobosan ini dapat mengikis ancaman yang masih ada terhadap pasokan, sehingga dapat menurunkan harga.

"Dengan perkembangan yang berkelanjutan, dan menurut beberapa sumber, bersifat rekonsiliasi dalam perundingan damai Gaza, harga minyak semakin sulit untuk bertahan pada reli yang terputus-putus," ucap Analis di PVM, John Evans dalam sebuah catatan. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Pagi Ini, Terendah Sepanjang Sejarah

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Bergerak Menuju Rp17.800 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal