Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen Imbas Gangguan Pasokan dan Penantian Kebijakan The Fed

Aditya Pratama
Harga minyak mentah naik 1 persen pada perdagangan hari Selasa dipengaruhi gangguan pasokan dan menunggu kebijakan The Fed soal pemangkasan suku bunga. (Foto: AP)

Pembicaraan yang dipimpin oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikan krisis di negara tersebut gagal mencapai kesepakatan pada minggu ini.

Ekspor minyak mentah Libya naik tiga kali lipat minggu lalu menjadi sekitar 550.000 barel per hari, menurut tinjauan Reuters pada data pengiriman Kpler. Namun, angka ini masih setengah dari ekspor pada bulan lalu lebih dari 1 juta barel per hari.

Investor juga berharap pemotongan suku bunga Fed yang telah lama diantisipasi dapat menghidupkan kembali permintaan di negara konsumen minyak teratas.

Analis energi dan pengiriman independen, Matias Togni menyebut, sebanyak 69 persen pelaku pasar memperkirakan peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada pekan ini. Pemangkasan sebesar itu dapat melemahkan mata uang AS dan meningkatkan permintaan minyak dan komoditas berdenominasi dolar lainnya.

"Ada juga tanda-tanda peningkatan permintaan di China, di mana ekonomi yang bergejolak sangat menekan permintaan dari importir minyak utama sepanjang tahun ini," ucap Togni.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent Sentuh 82,84 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal