Harga Minyak Mentah Makin Mahal, Suara Uni Eropa Terpecah soal Embargo Pasokan Rusia

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (22/3/2022) sekaligus memperpanjang penguatan yang terjadi di sesi sebelumnya. (Foto: Reuters)

"Tampaknya sektor energi minyak bakal mengalami kekurangan pasokan dalam waktu dekat," ujar Analis OANDA, Edward Moya dikutip, Selasa (22/3/2022).

Moya menilai, kenaikan harga minyak juga terus dipicu oleh krisis geopolitik Rusia-Ukraina yang tak berujung, sekaligus serangan di Saudi.

"Saat ini tampaknya risikonya meningkat dan itu bisa mendorong harga minyak mentah lebih tinggi," kata dia.

Seperti diketahui, kubu yang menolak embargo energi dari Rusia berpendapat bahwa langkah yang dilakukan Amerika Serikat dan Inggris, adalah pilihan yang memecah belah bagi 27 negara Uni Eropa, yang masih bergantung atas total 40 persen cadangan gas Rusia.

Sementara negara yang setuju embargo energi, menyatakan bahwa Eropa perlu mempertegas sikap mereka atas serangan Rusia di wilayah-wilayah vital Ukriana, termasuk pemboman di pelabuhan Mariupol.

"Mengapa Eropa harus memberi Putin lebih banyak waktu untuk mendapatkan lebih banyak uang dari minyak dan gas? Inilah saat untuk menghentikannya," kata Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 jam lalu

AS Keluarkan Peringatan Global Buntut Perang Lawan Iran: Perkembangannya Bisa Tak Terduga

12 jam lalu

Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain

14 jam lalu

Trump Dilaporkan Akan Umumkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Besarannya 10-12,5%

15 jam lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal