Harga Masih Mahal, Pedagang Tak Berani Jual Minyak Goreng Curah

Advenia Elisabeth
Salah satu pedagang sembako di Pasar Tambun, Bekasi, Tiara. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)

Saat ini, Tiara beralih menjual minyak goreng kemasan karena mudah dijangkau. Dia menyebut, sekarang ini pihak sales sudah kembali berdatangan, tidak seperti sebelumnya yang sulit ditemui saat dibutuhkan. Namun, yang menjadi persoalan, harganya masih di patok tinggi saat ini. 

“Dulu saya bisa ambil 15 dus, tapi sekarang saya cuma beli 5 dus. Enggak dibatasin kok sama salesnya. Tapi karena masih mahal saya enggak ambil banyak. Karena pembeli tuh taunya minyak udah murah. Padahal di sales tuh masih mahal,” ucapnya.

Tiara berujar, alasan dia tak mau ambil banyak lantaran ia takut jika sewaktu-waktu harganya berubah lebih murah. 

“Saya jadi takut beli banyak. Karena nanti tiba-tiba harganya berubah lagi, mau nggak mau saya jadi nimbun minyak yang mahal,” tuturnya.

Dari pasokan sendiri, Tiara menambahkan, sales sudah tidak membatasi pemesanan. Artinya, berapa pun pembeli memesan, sales akan mengirimkan sesuai pesanan.

“Sebelumnya dibatasin, waktu pemerintah belum cabut HET, susah banget dapat minyak, sekarang mau berapa aja mereka mau ngirim,” ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga MinyaKita Tetap, Mendag Batalkan Wacana Kenaikan HET

57 tahun lalu

Raih Penghargaan Agent Award 2026, Agregator Harap Kolaborasi dengan MNC Finance Makin Kuat

57 tahun lalu

Harga Beras Medium Dijual Mahal Rp14.062 per Kg, Lebih Tinggi dari HET

57 tahun lalu

Harga Pangan 12 Mei: Bawang hingga Daging Naik, Minyak Goreng Curah Turun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal