"Di sisi lain, saat ini momen yang tepat untuk fokus pada data indeks harga konsumen (IHK) AS yang diharapkan menunjukkan penurunan inflasi pada Desember dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut juga muncul setelah laporan nonfarm payrolls bulan Desember, yang menunjukkan bahwa aktivitas pasar tenaga kerja sedang mendingin," tuturnya.
Meredanya inflasi dan mendinginnya aktivitas pasar tenaga kerja mendorong peningkatan ekspektasi bahwa The Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya tahun ini, setelah serangkaian kenaikan tajam pada tahun 2022.
"Skenario ini menghadirkan prospek positif untuk pasar logam, yang terpukul pada tahun 2022 karena kenaikan suku bunga. mendorong biaya peluang aset yang tidak menghasilkan," ucapnya.
Lebih lanjut, dia memprediksi untuk perdagangan besok, Kamis (12/1/2023) harga emas dunia akan di perdagangkan menguat di rentang 1.863,20 dolar AS per troyounce-1.895,10 dolar AS per troyounce.