Harga Beras Masih Mahal, Kepala Bapanas: Panen Belum Melebihi Produksi

Antara
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (Foto: MPI/Advenia Elisabeth)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan, masih mahalnya harga beras disebabkan belum memasuki musim panen raya. Dia menjelaskan, kebutuhan beras nasional dalam setahun mencapai 30 juta ton, sehingga dibutuhkan beras sebanyak 2,5 juta ton per bulannya. 

“Kenapa Januari dan awal Februari masih tinggi harganya (beras)? Karena memang panennya belum melebihi dari produksinya,” ujar Arief dikutip dari Antara, Rabu (8/2/2023).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Januari-Desember 2021, terdapat surplus 1,3 juta ton. Untuk tahun 2022 terdapat surplus 1,46 juta ton. Jika ditotal selama dua tahun terakhir, sebenarnya Indonesia surplus beras 2,7 juta ton. 

Jika konsumsi beras per bulan mencapai 2,5 juta ton dan surplus beras 2,7 juta ton, seharusnya Indonesia kelebihan stok beras untuk satu bulan.

Namun kenyataannya, kelangkaan beras masih terjadi karena stok beras tersebut berada di masyarakat, dan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menstabilkan ketersediaan pangan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Momen Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Ikut Tarik Jaring Bareng Nelayan

57 tahun lalu

Cerita Prabowo Punya Hubungan Khusus dengan Kebumen: Almarhum Ayahanda Saya Lahir di Sini

57 tahun lalu

Prabowo Pimpin Panen Raya Udang Vaname 75 Ton di Kebumen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal