Harga BBM Naik, BI Jabar Minta Dukungan Pemda Kendalikan Multiplier Effect

Arif Budianto
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Herawanto. (FOTO: ARIF BUDIANTO)

BANDUNG, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memita dukungan pemerintah daerah Jawa Barat (Pemda Jabar) untuk mengendalikan multiplier effect (efek berganda) dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pernyataan itu, disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar, Herawanto, pada acara penutupan Digital and Sharia Economic Festival (Digisef) di Mal Ciwalk, Minggu (4/9/2022). 

Menurut dia, salah satu yang mesti mendapat perhatian Pemda Jabar adalah soal potensi kenaikan harga pangan. Namun, potensi kenaikan harga pangan ini bisa ditekan jika arus distribusi bisa dijaga. 

Untuk itu, lanjutnya, sebaiknya ada subsidi untuk biaya angkutan agar dapat menekan ongkos distribusi bahan bangan dan melancarkan arus barang, sehingga tidak terjadi kenaikan harga bahan pangan secara signifikan. Subsidi tersebut dapat dilakukan oleh Pemda tanpa bergantung pada anggaran pemerintah pusat.

"Pemda juga disiplin. Misalnya melancarkan arus barang, jangan sampai menambah beban. Ongkos angkutan yang tidak perlu naik, jangan naik," kata Herawanto. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Harga BBM Pertamina 20 Juni 2026 di SPBU Seluruh Indonesia

57 tahun lalu

Harga BBM Pertamina 18 Juni 2026 Terbaru, Ada yang Naik!

57 tahun lalu

Harga Pertamax Naik Picu Demo Mahasiswa, Pengamat: Jika Pemerintah Sabar Tak Perlu Menaikkan BBM

57 tahun lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal