Optimisme tersebut didasari dengan adanya sinyal pemulihan indikator ekonomi Indonesia, dimana salah satunya yaitu lapangan tenaga kerja yang berkualitas di sektor Parekraf yaitu sebanyak 1,1 juta yang ditopang oleh subsektor kuliner, kriya dan fashion. Sementara untuk program KUR Sektor Parekraf selama tahun 2021 telah tersalurkan kepada 3,4 juta pelaku parekraf dengan total nilai KUR senilai 129 Triliun.
Dalam arahannya, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Henky H.P Manurung menyampaikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.
"Melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI dan BWI), diharapkan akan semakin memiliki daya tahan dan bertumbuh kembang” ujar Henky dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/10/2022).
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana menyampaikan tentang permasalahan UMKM akibat Covid-19 yang memberikan dampak pada mayoritas UMKM berupa penurunan penjualan atau permintaan usaha.
"Solusi akses pembiayaan yang dapat diberikan untuk UMKM dapat berasal dari perbankan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non perbankan melalui Security Crowdfunding, Angle Investor atau teknologi finansial," ucap Hayun.