Garuda Indonesia Raup Pendapatan Rp17,7 Triliun hingga Semester I 2025

Iqbal Dwi Purnama
Garuda Indonesia membukukan pendapatan operasi (operating revenue) 1,07 miliar dolar AS atau setara Rp17,7 triliun sepanjang semester I 2025. (Foto: Istimewa)

Lebih jauh, Reza melaporkan Traffic Industry (total industri penerbangan domestik dan internasional) turun tajam dari 102,8 juta penumpang pada 2019 menjadi titik terendah 29,9 juta pada 2021 akibat pandemi. Selanjutnya, tren berbalik naik menjadi 62,9 juta (2022), 89,2 juta (2023), 97,8 juta (2024), dan diproyeksikan 105,4 juta pada 2025.

Adapun Traffic Garuda Indonesia juga tertekan, dari 19,7 juta penumpang di 2019 merosot ke 3,4 juta pada 2021. Namun mulai pulih menjadi 5,6 juta (2022), 8,3 juta (2023), 11,4 juta (2024), dan target 12,2 juta pada 2025.

Jumlah armada yang dimiliki Garuda Indonesia juga turun signifikan pada periode 2019 ke 2025. Sebelumnya berjumlah 142 unit (2019–2020) menjadi 112 (2021), lalu 68 (2022) dan secara bertahap meningkat ke 71 (2023), 73 (2024), hingga proyeksi 78 unit pada 2025.

Sementara market share Garuda mengalami penurunan dari 19,1 persen (2019) menjadi titik terendah 8,8 persen (2022), dan diperkirakan naik tipis ke 11,2 persen pada 2025.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Anggota Komisi VI DPR Tolak Spin Off Pelita Air Dimerger dengan Garuda, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Purbaya Yakin DSI Dongkrak Penerimaan Pajak Negara dan Tutup Celah Penggelapan

57 tahun lalu

Prabowo Mendadak Panggil Dirut Garuda ke Istana, Ada Apa?

57 tahun lalu

BCAP Catat Pertumbuhan Laba 28,6% di Kuartal I 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal