Ganjar lantas membahas pertanyaan Pemuda Perintis tentang kasus Wadas dan Semen Rembang yang ditolak warga, padahal dua proyek tersebut bukan bersumber dari kebijakan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Nah, Ganjar menegaskan bahwa dalam setiap kebijakan, yang harus menjadi fokus utama adalah apa dampaknya bagi masyarakat di desa-desa. Maka mereka harus dilibatkan dalam setiap perencanaan program.
"Ketika musrenbang, ketika merencanakan pembangunan yang kira-kira akan berdampak di desa, libatkanlah mereka. Maka biasanya saya punya tradisi, ketika musrenbang pasti ada tiga yang kita libatkan. Satu, kelompok perempuan. Dua, penyandang disabilitas. Tiga, anak-anak," ujar Ganjar.
Karena itu, Ganjar menjelaskan kalau kemudian ada pembangunan yang punya dampak langsung ke masyarakat desa, maka sebaiknya mereka diajak membahas. Apakah itu program pemerintah maupun program dari BUMN.
"Contohnya (pabrik) semen Rembang. Ini dua yang waktu itu complicated dan dua-duanya bukan program saya, tapi sebagai gubernur saya diajari orang tua saya ‘jangan ngambil manisnya saja. Pahitnya pun kamu harus tanggung jawab, karena amanah itu ada di situ’," tegas Ganjar.