Ganjar juga menyoroti potensi peningkatan hasil tangkapan ikan melalui metode sustainable fishing, walaupun masih menjadi perdebatan terkait dampaknya terhadap nelayan.
"Ada juga sustainable fishing, dari 12 juta ton ke 15 juta ton. Itu jadi perdebatan dan belum usai, apakah penangkapan berukur itu bisa berdampak?" ucapnya.
Dia juga mencatat minat anak-anak muda pada potensi blue carbon credit yang dapat diambil dalam kepemimpinan ASEAN.
"Tapi di sisi lain ada potensi blue carbon credit. Anak muda itu tertarik. Dalam kepemimpinan ASEAN itu kita bisa ambil potensi carbon credit dan carbon tradingnya. Jadi kita punya kekuatan cukup bagus," tuturnya.
Prioritas Ganjar dalam ekonomi biru dianggap sebagai langkah inovatif dan efisien mengingat luasnya lautan Indonesia. Manfaat ekonomi biru bagi masyarakat dan lingkungan di Indonesia pun dijelaskan sebagai berikut: