Meski sukses berbisnis di mancanegara, bagi Erick Indonesia merupakan pondasi awal bisnisnya. Sebagai pengusaha, dia lebih dulu menguatkan lini usahanya di dalam negeri, kemudian merambah ke tingkat dunia.
"Terakhir Indonesia karena tentu, kalau saya kan entrepreneur cari makannya awalnya di Indonesia, enggak mungkin saya punya uang kalau bukan Indonesia. Kalau lahir di tempat lain, enggak tahu lagi garis tangannya. Jadi, saya berterima kasih kepada Indonesia dengan segala keunikannya," tutur Erick.
Sekadar informasi, Erick membeli saham D.C United yang merupakan klub sepakbola profesional asal Washington, Amerika Serikat (AS) pada 2012. Klub ini kerap berkompetisi di Major League Soccer.
Menjadi pemilik saham mayoritas di klub tersebut membuat Erick menjadi pengusaha muda asal Indonesia yang terkenal di kalangan pebisnis AS. Bahkan, dia menjadi orang Asia pertama yang memiliki tim Basket NBA dengan membeli saham dari Philadelphia 76ers.
Tak hanya itu, Erick pun mengakuisisi 70 persen saham Klub Sepakbola asal Italia, Inter Milan pada 2013. Dia membelinya dari Massimo Moratti seharga Rp5,3 triliun. Erick lantas didapuk menjadi presiden Klub Inter Milan sejak 15 November 2013, menggantikan Moratti yang menjadi presiden klub selama lebih dari 18 tahun.
Selain di luar negeri, dia juga mengakuisisi klub olahraga di dalam negeri, seperti klub Satria Muda, dan Indonesia Warriors (ABL).