Erick Thohir Targetkan Kajian Merger Citilink dan Pelita Air Rampung Pertengahan 2025

Iqbal Dwi Purnama
Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan roadmap merger dua maskapai pelat merah, Citilink dan Pelita Air rampung pertengahan 2025. (Foto: Iqbal Dwi Purnama)

Menurutnya, cita-cita mendasar penggabungan kedua perusahaan maskapai itu untuk menciptakan efisiensi industri penerbangan di Tanah Air. Sekaligus menjawab persoalan soal masih kurangnya jumlah maskapai di Indonesia. 

"Kan yang penting intinya solusi buat efisiensi penerbangan nasional," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Erick menilai saat ini total jumlah maskapai yang ada di Indonesia tidak ideal jika dibandingkan dengan luas geografis. Jumlah pesawat di Indonesia hanya sekitar 400 unit, sedangkan diperkirakan angka ideal jumlah pesawat sebanyak 750 unit.

"Saya rasa industri penerbangan hari ini kita terus efisiensi. Karena memang jumlah pesawat kan tidak cukup dengan size Indonesia yang memerlukan 750 pesawat, yang hari ini baru 400-an. Memang kita kurang," kata Erick.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelita Air Service, Dendy Kurniawan siap mendukung rencana merger dengan Citilink. Namun, rencana tersebut diakui masih dalam kajian bersama.

"Itu masih kajian, tetapi kita support tentu yang terbaik untuk airlines," kata Dendy.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kongres PSSI 2026 Digelar Saat Timnas Indonesia Vs Vietnam, Erick Thohir Siapkan Agenda Spesial

57 tahun lalu

Kontingen Indonesia Dapat Pengawalan Khusus Menuju Asian Games 2026

57 tahun lalu

Indonesia Hanya Turun di 32 Cabor Asian Games 2026, Program Khusus Disiapkan demi 4 Emas

57 tahun lalu

Kemenpora Ambil Langkah Tegas jelang PON 2028, Fokus Efisiensi dan Transparansi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal