Penggabungan lain yang dilakukan di sektor ultra mikro melalui merger PT Bank BRI (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT PNM (Persero) dalam satu atap Holding Ultra Mikro. Menurut dia, hal ini menunjukkan komitmen Kementerian BUMN dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan daerah.
Holding ini memberikan kemudahan akses permodalan untuk sektor UMKM dan Ultra Mikro diharapkan tulang punggung ekonomi Indonesia tersebut dapat naik kelas.
"Ini merupakan upaya nyata dari BUMN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Penggabungan sektor ultra mikro ini mendapat respon sangat bagus di market. Right issue BRI yang dilakukan pada September 2021 berhasil dilakukan dengan perolehan dana sebesar Rp96 triliun dan diakui sebagai right issue terbesar di ASEAN dan terbesar ke-3 di Asia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa market optimis dan percaya dengan program transformasi yang dijalankan BUMN," kata dia.
Selain itu, adanya program restrukturisasi BUMN yang diharapkan bisa memperkuat core business perusahaan. Misalnya, PT Pertamina (Persero). Dengan restrukturisasi operasional melalui pembentukan enam subholding, Pertamina ditargetkan menjadi perusahaan Global Energy Champion dan memiliki valuasi senilai 100 miliar dolar AS.
Lalu, penggabungan PT Pelindo (Persero) I, II, II, IV pada Oktober 2021 lalu. Menurut dia, dengan penyatuan Pelindo menjadikan operator terminal peti kemas nomor 8 terbesar di dunia dengan throughout 16,7 juta TEUs serta menjadi salah satu pemain utama pelabuhan dunia yang memiliki total aset Rp112 triliun.