Melalui keynote speech, Erick Thohir menyampaikan, perlunya melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia Maju dengan tujuan membangkitkan ekonomi, bahkan setelah pandemi COVID-19 berlalu.
"Salah satu cara dalam melakukan jihad ekonomi adalah melalui program #MuslimLeaderPreneur yang cakupannya komprehensif; mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian penghargaan, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, kami berharap aktivis muda Muslim dapat menjadi leaderpreneur dengan kemampuan yang memiliki daya saing global," ujar Erick dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (28/11/2021).
Erick menambahkan, saat ini BUMN telah banyak melakukan komitmen dalam membangun para leaderpreneur yang ingin memulai usaha rintisan (startup) maupun meningkatkan usaha (scale-up) melalui berbagai program. Adapun dia mencontohkan beberapa di antaranya, Kemitraan Pertashop, Makmur, Kredit Usaha Rakyat, Mekaar dan Pasar Digital UMKM.
"Selanjutnya, kami juga akan melakukan penguatan program wakaf produktif dengan skema pemberian permodalan bagi usaha ultra mikro untuk meningkatkan produktivitas umat sehingga kedepan dapat menghasilkan usaha yang berkelanjutan," kata dia.
Sementara itu, Sekjen PP MES sekaligus Komisaris Pertamina, Iggi H. Achsein menyatakan bahwa saat ini umat Islam belum memiliki kekuatan secara ekonomi. Maka dari itu, perlu adanya dorongan untuk membangkitkan ekonomi umat. Dia menyampaikan, di MES pusat, pihaknya sudah memiliki beberapa program pemberdayaan ekonomi umat khususnya masjid dan pesantren.