Elon Musk dan Mukesh Ambani Bersaing Kuasai Internet Satelit di India

Aditya Pratama
Persaingan antara dua orang terkaya di dunia, Elon Musk dan Mukesh Ambani semakin memanas saat keduanya berebut di pasar pita lebar satelit India. (Foto: AP dan Dok. Reliance)

Jika Starlink berhasil masuk India, ini akan meningkatkan upaya Perdana Menteri India Narendra Modi untuk menarik investasi asing. 

Selain itu, hal ini juga akan membantu upaya pemerintah untuk meningkatkan citranya sebagai pro-bisnis, dengan membantah klaim bahwa kebijakannya lebih memihak pengusaha papan atas India seperti Ambani.

Meskipun lelang terbukti menguntungkan di masa lalu, pemerintah India menegaskan bahwa keputusannya untuk mengalokasikan spektrum satelit secara administratif kali ini sejalan dengan norma internasional.

Analis Teknologi di Counterpoint Research Gareth Owen menyebut, spektrum satelit biasanya tidak dialokasikan melalui lelang karena biaya yang terlibat dapat memengaruhi alasan keuangan atau investasi dalam bisnis. 

Namun, Reliance mengatakan lelang diperlukan untuk memastikan persaingan yang adil, mengingat kurangnya ketentuan hukum yang jelas di India tentang bagaimana layanan pita lebar satelit dapat ditawarkan langsung kepada masyarakat.

Namun, bukan hanya Ambani yang mendukung kebijakan lelang tersebut. Ketua Bharti Airtel, Sunil Mittal mengatakan bahwa perusahaan yang ingin melayani pelanggan perkotaan kelas atas harus mengambil lisensi telekomunikasi dan membeli spektrum seperti yang lain.

Tingkat adopsi internet India masih tertinggal dari rata-rata global sebesar 66,2 persen. Namun, studi terkini menunjukkan bahwa negara tersebut sedang memperkecil kesenjangan tersebut.

Jika diberi harga yang tepat, pita lebar satelit dapat membantu menjembatani sebagian kesenjangan ini, dan bahkan membantu internet-of-things (IoT), jaringan yang menghubungkan benda-benda sehari-hari ke internet, yang memungkinkan benda-benda tersebut untuk saling berkomunikasi.

Penetapan harga akan menjadi hal yang krusial di India, di mana data seluler termasuk yang termurah secara global, hanya 12 sen per gigabyte.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah

Internasional
6 hari lalu

Pesawat Jet Pribadi Bawa Wakil Menteri Kepala India Jatuh

Nasional
9 hari lalu

Virus Nipah Menyerang Negara Tetangga Indonesia, Wajib Waspada!

Internasional
10 hari lalu

Apes, Maling Ini Nyangkut di Lubang Ventilasi Rumah saat Beraksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal