Ekonom Ungkap Inflasi Januari 2026 Bukan Dipicu Lonjakan Harga, Ini Penjelasannya

Tim iNews
Ilustrasi inflasi (dok. ilustrasi)

Sementara itu, pada awal 2026 pemerintah tidak lagi memberlakukan diskon tarif listrik. Seiring normalisasi tarif tersebut, IHK Januari 2026 meningkat menjadi 109,75 poin sehingga terlihat melonjak tajam dibandingkan Januari tahun sebelumnya.

“Ini menegaskan bahwa inflasi Januari 2026 lebih disebabkan oleh penyesuaian harga yang diatur pemerintah,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Fithra menilai pergerakan harga barang dan jasa secara umum masih relatif terkendali. Hal ini tercermin dari inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kesehatan, pendidikan, serta restoran yang masing-masing hanya tumbuh di kisaran 1 persen secara tahunan.

Meski demikian, dia memperkirakan efek basis rendah masih akan memengaruhi laju inflasi sepanjang triwulan I 2026. Faktor musiman, seperti penyesuaian harga pangan serta meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Fitri, juga berpotensi memberi tekanan tambahan.

“Namun, tekanan tersebut diproyeksikan bersifat sementara dan berangsur mereda pada kuartal II 2026,” kata Fithra.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Harga Pangan Kompak Naik jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Tembus Rp131.000 per Kg!

Megapolitan
5 hari lalu

Terungkap! Ini Penyebab Harga Telur Ayam di Bandung Melonjak Jelang Lebaran

Nasional
10 hari lalu

Purbaya Pastikan Belum Revisi APBN 2026 usai Harga Minyak Dunia Melonjak

Nasional
11 hari lalu

Duh! Harga Telur Ayam Ras Naik di 210 Daerah Jelang Lebaran 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal