"Kalau kita hanya berpikir soal kemampuan atau kekuatan persenjataan, kita memang sangat sangat mencemaskan. Bukan mencemaskan, tapi sangat mencemaskan," ujar Mahfud.
Dia mengungkapkan, kondisi yang sama juga terjadi pada senjata dan kapal perang. "Untuk kapal perang dengan senjata yang jarak tembaknya 200.000 km, kita punya berapa? Sementara kebutuhan dengan luasan seperti ini kita sudah menghitung semua," tutur Mahfud MD.
Terkait itu, lanjutnya, Kemenhan telah mengajukan proposal kepada Presiden Joko Widodo untuk proyeksi kebutuhan senjata di Indonesia. Proposal itu berdasarkan penghitungan ulang yang dilakukan Kemenhan.
"Kemenhan itu sudah mengajukan proposal kepada presiden dan sekarang sedang dihitung ulang agar cermat menghitungnya, sehingga kita nanti akan menyediakan senjata seperti cara orang Jepang menyikapi negara negara lain," ungkap Mahfud MD.
Dia juga menyayangkan banyaknya orang yang terlalu optimistis dengan keadaan Indonesia saat ini dan menganggap remeh kemungkinan adanya perang.