“Jadi, dari book building yang telah dilakukan, yang telah over subscribe sebanyak empat kali, yang mengindikasikan bahwa investor mengapresiasi komitmen BNI. Jadi, apresiasi yang cukup tinggi atas komitmen BNI terhadap keuangan keberlanjutan cukup tinggi,” ucap David.
David menjelaskan ada banyak investor dan juga entitas yang mengawasi bagaimana Indonesia dalam perencanaan, dan bagaimana Indonesia mencoba untuk menerapkan standar ESG.
BNI secara bertahap membangun portofolio, yang menjadi fokus pada hasil ESG dan dapat meningkatkan pendekatan untuk implementasi ESG yang efektif.
Chief APAC Economist Economic Solutions Moody’s Analytics Steve Cochrane mengatakan semua pihak harus mau berpikir jangka panjang investasi dengan output dan outcame berjangka panjang minimal 30 tahun ke depan.
Hal ini ditujukan untuk menjamin pertumbuhan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja di tengah periode transisi industri.