DPR Mau Bentuk Pansus untuk Ungkap Skandal Mark Up Impor Beras Rp2,7 Triliun

Tim iNews.id
ilustrasi impor beras Bulog (foto: iNews.id)

Sebagai informasi, dugaan ini bermula saat Studi Demokrasi Rakyat (SDR) melaporkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi terkait dugaan mark up impor beras senilai Rp2,7 triliun dan kerugian negara akibat demurrage impor beras senilai Rp294,5 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta, Rabu, (3/7/2024). 

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto meminta KPK dapat segera memeriksa Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terkait dua masalah tersebut.

"Kami berharap laporan kami dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan untuk Bapak Ketua KPK RI dalam menangani kasus yang kami laporkan," ucap Hari.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bapanas Lapor Stok Beras Pemerintah 5,2 Juta Ton: Pangan Kita Aman

57 tahun lalu

Stok Beras di Papua 17.000 Ton, Bulog bakal Tingkatkan 3 Kali Lipat: Kualitasnya Terjaga!

57 tahun lalu

Kutu Beras Serbu Permukiman Warga di Karawang, Bulog Langsung Gerak Cepat

57 tahun lalu

Cerita Prabowo saat Menghadap Aburizal Bakrie untuk Tolak Rencana Impor Beras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal