Dirut Bulog Bantah Penyaluran Bansos Bikin Harga Beras Naik dan Langka

Atikah Umiyani
Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi membantah penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan menyebabkan kelangkaan beras di ritel modern. (Foto: Dok. Perum Bulog)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Bayu Krisnamurthi membantah penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan menyebabkan kelangkaan beras di ritel modern. Menurutnya, bansos tersebut direncanakan dan dialokasikan bersama seluruh pihak.

"Tidak, saya jawab, tidak, tidak, tegas! Kenapa? Baik SPHP maupun bantuan pangan direncanakan bersama sama dan dialokasikan bersama," ujar Bayu dalam Diskusi Media perihal Data dan Fakta Kondisi Perberasan Indonesia Terkini di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (13/2/2024). 

Terkait impor beras, Bayu menuturkan, alasan dilakukannya importasi sebanyak 2 juta ton tahun ini sejatinya karena untuk bantuan pangan dan SPHP.

"Jadi tidak ada alasan bantuan pangan bikin stok penyaluran SPHP lebih sulit, tidak," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bayu juga memastikan penyaluran bansos beras 10 kg kepada 22 juta keluarga penerima manfaat yang saat ini proses penyalurannya tengah dihentikan sementara akan kembali dilanjutkan. Menurutnya, alasan pemberhentian sementara karena pihaknya menghormati proses pemilu yang akan berlangsung pada Rabu (14/2/2024) besok. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bulog Serap 3 Juta Ton Beras hingga Juni 2026, Sudah 75% dari Target

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Bulog Usul Perpanjang Bantuan Pangan Beras 20 Kg pada Juni-Juli 2026

57 tahun lalu

Bulog Ubah Desain Kemasan Beras akibat Kenaikan Harga Plastik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal