Dari keluhan perajin tahu, Atikoh jadi mengerti ada kedelai lokal yang kualitasnya cukup bagus. Mereka saat ini menggunakan kedelai dari Grobogan. Sebelumnya, mereka pernah menggunakan kedelai yang berasal dari tanah Sumbawa dan Bima.
"Karena sebetulnya ada di beberapa tempat tanahnya potensial, seperti Sumbawa, Bima. Kalau selama ini mungkin lebih bergantung pada yang di Grobogan," ucapnya.
Atikoh menyebut, penggunaan kedelai lokal untuk bahan baku tempe dan tahu sebenarnya lebih enak. Hanya saja, perajin tahu menyebut ketahanannya belum sebaik impor.
"Kalau dari sisi kualitas, rasa menggunakan kedelai lokal itu lebih enak. Cuma mungkin dari sisi ketahanannya, ini bisa by riset untuk bisa tahu (cara) mereka tetep kuat tidak basi," tuturnya.
Tak hanya itu, Atikoh juga mencatat keluhan soal subsidi. Selama ini, perajin mengatakan bahwa subsidi hanya untuk tengkulak.
"Harapannya juga bisa diberikan langsung kepada para perajin tahu subsidi harga bahan baku," katanya.