Kekayaannya diketahui mencapai 18,97 miliar dolar AS atau setara Rp319,18 triliun. Dalam menjalankan bisnisnya, Takizaki berokus pada produk berteknologi tinggi dan bermargin tinggi, menjual langsung ke perusahaan tanpa perantara, serta berkomitmen pada penelian dan pengembangan dibanding produksi massal.
Takizaki mengundurkan diri sebagai ketua Keyence, tetapi dia tetap menjadi ketua kehormatan untuk mengawasi bisnis tersebut.
Kekayaan pendiri Hikari Tsushin Inc tersebut mencapai 6,24 miliar dolar AS atau setara Rp104,99 triliun. Shigeta membangun kekayaannya melalui layanan telekomunikasi, asuransi, dan otomatisasi kantor.
Hikari Tsushin dimulai sebagai distributor telepon seluler tetapi melakukan diversifikasi besar-besaran ke solusi bisnis dan layanan keuangan.
Dia berhasil mengembangkan Hikari Tsushin dengan menargetkan bisnis kecil dan menengah, mengembangkan jaringan penjualan besar-besaran di seluruh Jepang, hingga beralih ke model pendapatan berulang dengan telekomunikasi dan asuransi.