”Ini upaya optimalisasi dari anggaran pendidikan pendidikan sebesar itu, 20 persen, tingkat penyerapannya biasanya kurang,” ujar dia.
Sri Mulyani menuturkan, saat ini Kemenkeu sedang melakukan perhitungan atas dana abadi pendidikan. Kemenkeu ingin agar alokasi dana bisa digunakan untuk beasiswa seperti S-2, S-3, dan vokasi.
”Kemudian untuk penelitian berapa porsinya dan bagaimana arahannya,” tutur dia.
Dia mengakui sudah mendapat masukan dari menteri lainnya, Presiden, dan Wakil Presiden dalam sidang kabinet. Nantinya masukan tersebut akan diformulasikan.
”Kami sedang formulasikan, tergantung bagaimana arahan ke depan dan komitmen dari sisi anggarannya sehingga penyerapannya tidak asal habis,” imbuhnya.
Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan membentuk satu lembaga tersendiri yang akan mengelola dana abadi. Perihal pembentukan lembaga tersebut akan dituangkan dalam peraturan presiden (perpres) yang diharapkan bisa terlaksana tahun ini.