China Habiskan Rp5.285 Triliun untuk Bangun Industri Kendaraan Listrik

Aditya Pratama
China telah menghabiskan 230,8 miliar dolar AS atau setara Rp5.285 triliun selama lebih dari satu dekade untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. (Foto: Reuters)

Subsidi pemerintah tidak serta merta langsung digunakan untuk pengembangan mobil. Pada tahun-tahun awal pengembangan kendaraan listrik China, Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa mereka menemukan setidaknya lima perusahaan menipu pemerintah sebesar lebih dari 1 miliar yuan.

Kendaraan buatan China juga mendapat manfaat dari meningkatnya penetrasi mobil listrik di negara tersebut, sehingga mengurangi pasar bahan bakar yang dulunya menguntungkan bagi produsen mobil asing. 

Meski begitu, Kennedy menyebut bahwa dukungan pemerintah yang dan pertumbuhan pasar untuk perusahaan kendaraan listrik China belum meningkatkan keuntungan secara signifikan.

"Perusahaan akan lebih berhati-hati dalam mengukur investasi mereka dalam kapasitas baru, dan munculnya kesenjangan antara penawaran dan permintaan kemungkinan besar akan mengakibatkan konsolidasi industri," ucapnya.

Adapun, laba bersih BYD per mobil telah menurun selama 12 bulan terakhir hingga setara dengan 739 dolar AS, menurut analisis CLSA pada kuartal pertama 2024. Sementara, Tesla telah turun menjadi 2.919 dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Turis Malaysia Hina Warga China Bau Badan, Netizen Murka!

57 tahun lalu

Purbaya Temui Menkeu China, Matangkan Penerbitan Utang Panda Bond

57 tahun lalu

Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun

57 tahun lalu

10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia Mei 2026, Penjualan Anjlok Lebih dari 37 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal