China Beri Sinyal Tak Mampu Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini

Dinar Fitra Maghiszha
China beri sinyal tak mampu capai target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Foto: Reuters

"Target pertumbuhan 5,5 persen tidak lagi menjadi keharusan bagi China," kata Kepala Ekonom di ING Bank Iris Pang kepada Wall Street Journal, dikutip dari BBC, Sabtu (30/7/2022).

Analis Nomura Ting Lu, Jing Wang, dan Harrington Zhang dalam sebuah catatan menyebut, Beijing juga meminta provinsi yang posisinya relatif baik harus berusaha untuk mencapai target ekonomi dan sosial untuk tahun ini.

"Kami pikir Beijing menyarankan target pertumbuhan PDB untuk provinsi dengan kondisi yang kurang menguntungkan, terutama bagi mereka yang terpukul oleh varian Omicron dan lockdown, bisa lebih fleksibel," ujarnya.

Awal bulan ini, China menyatakan ekonominya telah mengalami kontraksi tajam pada kuartal II 2022. Kota-kota besar di China, termasuk pusat keuangan dan manufaktur utama Shanghai di-lockdown penuh atau sebagian selama periode tersebut.

Pasar properti China yang pernah booming juga dalam kemerosotan yang dalam, dan penjualan rumah telah turun selama 11 bulan berturut-turut. Beberapa pengembang China telah menghentikan pembangunan rumah yang sudah terjual karena kekhawatiran arus kas.

Dalam beberapa minggu terakhir, beberapa pembeli rumah mengancam akan berhenti membayar hipotek mereka sampai pekerjaan dimulai kembali.

Sementara pada 2020, China membuat keputusan langka untuk membatalkan target PDB-nya karena imbas pandemi. PDB mengukur ukuran ekonomi. Mengukur ekspansi atau kontraksinya adalah salah satu cara terpenting untuk mengukur seberapa baik atau buruk kinerja ekonomi dan diawasi ketat oleh para ekonom dan bank sentral. Ini juga membantu bisnis untuk menilai kapan harus memperluas dan merekrut lebih banyak pekerja atau berinvestasi lebih sedikit dan mengurangi tenaga kerja mereka. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
1 hari lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

4 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

4 hari lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

4 hari lalu

Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal