Cabai Mahal, Mendag Zulkifli: Saya Dimarahi Orang-Orang

Advenia Elisabeth
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi Indonesia Ritel Summit di kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis (14/7/2022). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Konsumsi masyarakat merupakan pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Jika konsumsi tinggi maka ekonomi dan investasi akan turut naik.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, pada acara sosialisasi Indonesia Ritel Summit di kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis (14/7/2022).

Dia mengungkapkan, konsumsi masyarakat memiliki pengaruh besar atau setidaknya 53,65 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga, semakin banyak orang berbelanja maka pertumbuhan ekonomi semakin tinggi, dan tentu akan mendorong daya beli masyarakat. 

"Makin orang belanja, pertumbuhannya tinggi. Ya tentu daya belinya tinggi, inflasi naik pun kalau orangnya banyak. Tapi kalau pertumbuhannya rendah, penghasilan stuck, apalagi turun, cabai mahal, saya dimarahi orang-orang," kata Zulkifli.

Menurut Mendag yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, hal lain yang punya kontribusi penting dalam menggenjot pemulihan ekonomi nasional adalah adanya ritel offline dan online. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
12 jam lalu

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 Tembus 5,39 Persen, Tertinggi sejak Pandemi

Nasional
17 jam lalu

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset dari Perkiraan: tapi Lumayan 5,11 Persen

Nasional
17 jam lalu

AHY Siapkan Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Nasional
22 jam lalu

Kementerian PU Dapat Anggaran Rp118,5 Triliun di 2026, Fokus Perkuat Irigasi dan Konektivitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal