Butuh Banyak Dana, Kementerian Investasi Beberkan Tantangan Pembiayaan Transisi Energi

Iqbal Dwi Purnama
Kementerian Investasi/BKPM menyebut, gap pembiayaan untuk transisi dari energi kotor ke energi bersih cukup besar, setidaknya membutuhkan dana Rp240 triliun. (Foto: Ilustrasi/Antara)

Menurutnya, dengan adanya pengukuran tersebut bakal mempengaruhi kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan, dan membuat calon investor yakin hal yang dilakukan efektif atau tidak. 

"Pengukuran itu nanti akan mempengaruhi mahal tidaknya kita mencari uangnya," ucapnya.

Indra mengatakan, transisi pengguna energi bersih bukanlah barang yang murah. Namun, harus segera dipenuhi karena bakal mempengaruhi standar produk Indonesia untuk dijual ke negara luar.

"Kadang kita pingin tanya ke negara luar, kok mahal banget untuk memenuhi standar anda ini, standar internasional, bikinnya saja mahal bangat, itu kan salah satu dampak dari alat pengukuran yang jelas dan meluas," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Purbaya Targetkan Insentif Mobil Listrik Rampung 2 Minggu Lagi

Nasional
18 hari lalu

Investasi Sektor Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Kuartal I 2026, Naik 8,2 Persen

Bisnis
20 hari lalu

Proyek Bioetanol Lampung Masuki Tahap Baru, Kini Libatkan Toyota

Nasional
27 hari lalu

Pengamat Dorong Pemerintah Benahi Regulasi Kendaraan Listrik, Soroti Insentif agar Tepat Sasaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal