Bursa AS Bergejolak, Buffett: Investor Jangka Panjang Tak Usah Panik

Rahmat Fiansyah
Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Berkshire Hathaway In., Warren Buffett. (Foto: Business Insider)

“Adalah sebuah kesalahan besar bagi investor dengan horizon jangka panjang -termasuk didalamnya dana pensiun, dana abadi pendidikan, dan individu yang senang menabung-  mengukur rasio portofoilo saham dengan obligasi. Seringkali, keberadaan obligasi dalam sebuah portofolio investasi meningkatkan risiko di dalamnya,” ujar Buffet.

Nasihat Buffet ini dikatakannya sebulan ketika bursa Wall Street mengalami hari terburuk dalam tujuh tahun terakhir. Dia mengingatkan penggunaan instrumen leveraging untuk berinvestasi di saham karena hal itu bisa membuat rasa panik semakin membesar dalam periode volatilitas seperti sekarang ini.

“Tidak ada yang tahu seberapa jauh saham bisa jauh dalam waktu singkat. Bahkan jika Anda meminjam dalam jumlah kecil dan posisi Anda sedang tidak diancam oleh gejolak pasar, pikiran Anda mungkin menjadi bingung dengan berita-berita dan komentar yang menakutkan. Dan, pikiran yang tidak tenang tidak akan pernah bisa menghasilkan keputusan investasi yang tepat,” kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar 5 CEO Terkaya di Dunia 2025, Elon Musk hingga Jensen Huang

57 tahun lalu

Ini Pekerjaan Pertama Miliarder Dunia, Loper Koran hingga Programmer

57 tahun lalu

Warren Buffett Segera Pamit dari Berkshire Hathaway, Sumbangkan Rp2.491 Triliun ke Yayasan Keluarga

57 tahun lalu

Jensen Huang Kembali Jual Saham Nvidia, Kekayaannya Melesat Jadi Rp2.334 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal