Bulog Nego ke Pelindo soal Denda Telat Bongkar Muat Beras Impor

Suparjo Ramalan
ilustrasi bongkar muat beras Bulog (foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengaku tengah menegosiasi biaya demurrage atau denda atas keterlambatan kegiatan bongkar muat beras impor di pelabuhan yang dikelola PT Pelindo. Ia pun akan memperhitungkan totalnya.

Menurutnya, Bulog ada beberapa yang diperhitungkan selain biaya denda, seperti pertanggungan pihak asuransi, serta pihak jalur pengiriman. Namun, Bayu memastikan biaya yang akan dibayarkan tidak lebih dari 3 persen harga biaya impor.

Dalam kondisi tertentu demurrage tidak bisa dihindarkan, bagian dari resiko pelayanan (handling) impor komoditas. Dia mencontohkan, waktu pengiriman beras dijadwalkan lima hari, namun karena cuaca, waktu pengiriman pun terlambat dan menjadi tujuh hari.

“Jadi misalnya dijadwalkan lima hari, menjadi tujuh hari. Mungkin karena hujan, arus pelabuhan penuh, buruhnya tidak ada karena hari libur, dan sebagainya,” ucap Bayu melalui keterangan resmi, Rabu malam (3/7/2024).

Meski anggaran denda dimasukan dalam hitungan awal, Bayu memastikan perusahaan tetap meminimalisir biaya demurrage. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bulog Serap 3 Juta Ton Beras hingga Juni 2026, Sudah 75% dari Target

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Ekonomi RI

57 tahun lalu

Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal