Interaksi langsung dengan buyer dan pelaku industri dari berbagai negara memberikan gambaran mengenai preferensi konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke berbagai negara tujuan.
“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri, terutama karena keunikan rasa dan konsep zero waste yang kami usung," ucapnya.
Dia menegaskan, interaksi dengan berbagai buyer, distributor, dan pelaku industri F&B dari berbagai negara juga dapat memperkaya insight terhadap tren dan kebutuhan pasar global.
Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S, menyampaikan bahwa langkah SALAKU menembus pasar internasional melalui ajang FHA 2026 mencerminkan potensi besarUMKM dalam menciptakan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.
“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis untuk masuk ke pasar internasional," tuturnya.
Ke depannya, BRI mengaku akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global.