Beban bunga ikut naik 3,25 persen menjadi Rp44,16 triliun dari Rp42,77 triliun. Sehingga, Pendapatan bunga bersih (NII) hanya naik tipis 2,9 persen, dari Rp107,86 triliun menjadi Rp110,99 triliun.
Sementara itu, beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik tajam 13,99 persen menjadi Rp33,59 triliun dari Rp29,46 triliun. Beban lainnya mencatat lonjakan paling signifikan, yaitu naik 74,7 persen menjadi Rp69,83 triliun dibanding Rp39,97 triliun.
Dari sisi penyaluran dana, BRI menunjukkan pertumbuhan solid seperti kredit tumbuh 6,26 persen, mencapai Rp1.438,11 triliun dari Rp1.353,36 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 8,24 persen menjadi Rp1.474,78 triliun dari Rp1.362,41 triliun.
Dana Murah (CASA) meningkat kuat 14,11 persen, mencapai Rp997,62 triliun dengan rasio 67,65 persen dari Rp874,23 triliun. Aset BRI tumbuh 8,23 persen menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025.