BI Beberkan Fokus Utama Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025

Aditya Pratama
Kantor Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) membeberkan dua fokus utama Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2025, adalah pada instrumen Repurchase Agreement (Repo) dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). 

Repo adalah transaksi jual dan beli secara bersamaan untuk suatu surat berharga pada tanggal penyelesaian yang berbeda.
Sedangkan DNDF dikenal sebagai Instrumen Derivatif Untuk Stabilkan Rupiah. 

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Donny Hutabarat, menjelaskan instrumen repo dan DNDF menjadi fokus pengembangan pasar uang yang dilakukan BI mulai tahun ini. Tujuan pengembangan instrumen Repo dan DNDF untuk mendukung transmisi kebijakan moneter Bank Indonesia.

"Pengembangan instrumen repo sejalan dengan kebijakan BI melakukan reformulasi policy rate sejak tahun 2016 menjadi BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) yang diikuti dengan reverse repo SBN sebagai instrumen utama dalam operasi moneter. Selain itu, pengembangan instrumen repo juga akan mendukung stabilitas sistem keuangan," ujar Donny dalam video conference, Jumat (25/6/2021).

Menurut dia, pengembangan transaksi DNDF sejalan dengan upaya Bank Indonesia memperkuat kebijakan stabilisasi untuk menjaga nilai tukar Rupiah. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Tingkatkan Remunerasi Kas Pemerintah untuk Kendalikan Beban Bunga Utang

57 tahun lalu

Breaking News: Gubernur BI Ungkap 2 Strategi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

57 tahun lalu

Rupiah Anjlok Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, BI Ungkap Penyebabnya

57 tahun lalu

BI Buka Suara soal Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal