Selain itu, kata pria yang yang sehari-hari bekerja sebagai konsultan hukum ini mengatakan, adanya KA ini akan menjadi daya tarik bagi mereka sebagai sarana wisata baru. “Meski hanya dari kota ke bandara, tapi memberikan suasana baru bagi warga Padang,” ujarnya.
Warga Padang lainnnya Maulana Ichsan Gituri berpendapat KA Minangkabau Ekspress akan memudahkan masyarakat menuju ke bandara tanpa harus terjebak macet melalui jalur Tabing dan by-pass.
“Akhirnya perjalanan panjang proyek ini selesai juga. KA Minangkabau Ekpress ini merupakan pembaharuan budaya transportasi di Padang. Bukan akses jalan untuk mobil saja, tapi juga keterjangkauan biaya transportasinya,” ucap Maulana yang juga Pegiat Institute for Transportation and Development Policy (ITDP)
Selama ini, dengan menggunakan taksi dari Bandara Minangkabau ke kota Padang, setidaknya pengguna jasa penerbangan harus merogoh kocek minimal Rp70 ribu untuk sekali jalan. “Alternatif lain menggunakan bus Damri, dengan tarif Rp20 ribu tapi lama sekali menunggu pemberangkatannya dari BIM,” ujarnya.