Berawal dari Iseng, Kripik Batang Pisang dari Bojonegoro Tembus Pasar Kanada

Avirista Midaada
Yuni Astuti, pembuat kripik unik dari batang pisang. Foto: Avirista Midaada

Kini selain Kanada, Yuni juga diundang di salah satu negara Afrika, yakni Maroko. Di sana, dia diminta memenuhi undangan produk UMKM yang dianggap unik.

"Kalau untuk yang ke Maroko, saya tidak jualan, tapi dapat undangan ke sana. Sekarang permintaannya cukup banyak sampai seminggu memerlukan 10 kilogram batang pisang, dulu belum seramai ini karena efek pandemi juga. Sekarang ada peningkatan omzet," kata dia.

Selain kripik batang pisang, Yuni juga membuat camilan tradisional ampyang kacang, abon, serundeng, hingga mindek sengon, yang berbahan dasar biji pohon sengon. Karena produk-produk uniknya inilah yang mengantarkan brand Mashallo milik Yuni, menuju pasar ekspor.

"Memang ada permintaan dari Singapura, kita bakal kirim, tapi belum banyak hanya kelas IKM (Industri Kecil Menengah), belum pakai kontainer," beber dia.

Kini berkat inovasi produk camilannya, Yuni kembali bisa bernapas setelah sebelumnya terkena dampak adanya pandemi Covid-19, yang berimbas menurunnya omzet pendapatan dan tutupnya sejumlah outlet toko jualan camilannya.

"Ada peningkatan, alhamdulillah apalagi ini lagi booming. Penghasilan bertambah, nambah outlet juga gara-gara kripik debog. Kalau waktu lagi banyak pesanan, saya juga memanfaatkan IKM lain lagi untuk sama-sama buat kripik debog itu," jelasnya.

Dia berharap dengan inovasi, produknya bisa memberdayakan masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Dengan demikian kesejahteraan dan peningkatan ekonomi bisa didapat bersama-sama, di tengah dampak pandemi Covid-19. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Nasional
7 hari lalu

Allana Abdullah Resmi Pimpin JCI Batavia, Fokus Globalkan UMKM dan Pengembangan SDM

Nasional
11 hari lalu

BGN: SPPG Tak Boleh Tolak Pasokan dari UMKM hingga Petani Kecil untuk MBG

Internasional
13 hari lalu

Direndahkan Trump, PM Kanada: Kami Bisa Hidup Bukan karena Amerika!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal