Beras Petani Mulai Masuk Pasar tapi Harga Masih Mahal, Kenapa?

Advenia Elisabeth
Beras petani mulai masuk pasar tapi harga masih mahal. Foto: Advenia E

“Cuaca yang tidak menentu sekarang ini sangat menghalangi masa panen. Karena apa? Kalau cuacanya hujan terus kita tidak bisa jemur,” tuturnya. 

"Walaupun beberapa pabrik besar mempunyai oven untuk mengeringkan padi, tapi itu tidak sebagus hasil padi yang dikeringkan dengan terik matahari, jadi hal itu mendorong panen jadi terhambat," imbuhnya.

Sementara karena kuantitas beras yang terbatas serta distribusi yang terhambat, sehingga berdampak pada mahalnya beras panen di pasaran. Dia menyebut harga beras panen rata-rata dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

“Jadi belum bisa kembali harga seperti semula seperti di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk kuantitas juga belum banyak,” ucapnya.

Untuk harga beras saat ini, menurutnya, masih tinggi. Bahkan harga beras medium I tembus Rp15.000 per kilogram di sejumlah provinsi. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspada! Siklon Tropis Mekkhala Menguat Jadi Kategori 3, Ini Dampaknya

57 tahun lalu

KM Sumber Makmur Terdampak Cuaca Buruk di Kepulauan Seribu, 29 Orang Dievakuasi

57 tahun lalu

RI Mau Ekspor Beras Premium ke Malaysia, Bidik Harga di Atas Rp16.000 per Kg

57 tahun lalu

Bareskrim Ungkap Blackout di Sumatra Diduga Dipicu Cuaca Buruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal