Bahas Krisis Garuda Indonesia, Menteri BUMN Singgung Pemimpin Zalim dan Korupsi

Suparjo Ramalan
Grafis Garuda Indonesia pangkas armada yang beroperasi.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyinggung soal pemimpin zalim dan korupsi saat membahas krisis yang dialami PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Menurut Erick Thohir, dalam kondisi pandemi saat ini, pihak manajemen yang menjadi pemimpin di Garuda Indonesia harus melakukan terobosan dan perbaikan di segala aspek, agar tidak mengalami kerugian yang memaksa perseroan mengajukan pensiun dini bagi karyawan. 

"Tentu kita enggak boleh menutup diri atau berdiam diri, makanya kita harus melakukan terobosan dan perbaikan, tidak mungkin didiamkan," ujar Erick Thohir, saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).

Bahkan, Menteri BUMN pun menyinggung soal pemimpin zalim, yakni pemimpin yang berdiam diri saat ada madalah. Menurutnya, pemimpin yang buruk adalah pemimpin yang tidak melakukan apa-apa dan berdiam diri sementara ada masalah yang harus diselesaikan. 

"Pemimpin Yang buruk adalah pemimpin yang tidak melakukan apa-apa, berdiam diri," kata Erick Thohir. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dalam Dua Pekan, Erick Thohir Bakal Pangkas Jumlah Komisaris Garuda Indonesia

57 tahun lalu

KPK Minta Tambahan Anggaran jadi Rp989 Miliar: Perkuat Efektivitas Berantas Korupsi

57 tahun lalu

Eks Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini Terkait Korupsi MBG

57 tahun lalu

BEM UI Kritik MBG Diwarnai Korupsi, Gerindra: Kami pun Marah, Pengawasan Harus Diubah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal